Mania Cinema

Budi Pekerti: Memberi Arti pada yang Berjejal

Budi Pekerti: Memberi Arti pada yang Berjejal

Saya dulu pernah jadi Guru BK. Selama satu tahun, saya membimbing dan memberi konseling sekitar seratusan siswa di salah satu SMA swasta di Jakarta. Saya tentu harus menjadi tempat curhat para murid remaja, mendengarkan keluhan orangtua, menjadi teladan dan mengikuti aturan sekolah. Saya juga pernah di-cancel di media sosial dan diberi cap macam-macam karena kesalahan […]

Cerita Cinta Dewasa yang Membingungkan dalam Brownies

Cerita Cinta Dewasa yang Membingungkan dalam Brownies

“Aku di sini mengenang dirimu, Ku menangis tanpa air mata”  Itu adalah secuplik bait Cinta Terakhir, lagu karya Gigi yang kadang terdengar di beberapa momen paling pilu di film Brownies (2004). Biasanya dinyanyikan dengan sungguh maskulin namun rapuh oleh Armand Maulana, namun tak jarang juga dalam bentuk instrumental yang diaransemen oleh gitaris Dewa Budjana. Seperti judul […]

The Gleaners and I: Memungut Sisa-Sisa Kemanusiaan dalam Genggaman Kamera

The Gleaners and I: Memungut Sisa-Sisa Kemanusiaan dalam Genggaman Kamera

Kita seringkali mendengar istilah “life imitates art”. Saya rasa kalimat tersebut sangat tepat dengan topik yang diangkat dalam dokumenter The Gleaners and I (2000). The Gleaners and I dibuka dengan mengkisahkan lukisan karya Jean-Francois Millet (1857) yang berjudul, Les Graneuses,   (The Gleaners). Tidak dapat disangkal memang bahwa lukisan karya Millet ini tidak sepenuhnya hasil imajinasi, […]

Ashiap Man: Melihat Atta Halilintar Mencintai Dirinya Sendiri

Ashiap Man: Melihat Atta Halilintar Mencintai Dirinya Sendiri

Atta Halilintar seperti hidup dalam semestanya sendiri. Di semestanya, sorotan adalah temannya dan mencari sensasi adalah hobi favoritnya. Tidak seperti youtuber lain yang menggunakan bakat dan ketertarikannya dalam membuat video, Atta Halilintar “bereksperimentasi” dengan hal lain: kuasa dan uang orang tuanya. Video-video YouTube Atta Halilintar yang menggunakan format vlog, fokus dalam mencari sensasi dan perhatian […]

80,000 Years Old: Kebiasaan Menggali Diri Sendiri dalam Layar Terpisah

80,000 Years Old: Kebiasaan Menggali Diri Sendiri dalam Layar Terpisah

Saat Youssef Ishaghpour dalam Cinema: The Archaeology of Film and the Memory of a Century mendemonstrasikan film-filmnya Jean-Luc Godard sebagai arkeologi sinema dalam artian tak sekadar menggali masa lalu dan menghubungkannya dengan saat ini, Godard menanggapi dengan mencontohkan kemungkinan The Old Place (2000) menuturkan kisahnya yakni sandingan. Godard melanjutkan, selihai apa pun kemampuanmu, tak akan […]

Scroll to Top