Mania Cinema

Outside The Frame: Potret Jakarta yang Terus Bergerak

Outside The Frame: Potret Jakarta yang Terus Bergerak

Jakarta adalah kota yang rumit, tiap orang kurasa setidaknya memiliki pandangannya sendiri terhadap kota rusuh itu. Aku sendiri punya hubungan yang rumit dengan Jakarta. Walaupun lahir dan menghabiskan 6 tahun semasa kecil tinggal di Jakarta, tapi, aku tetap merasa asing dengannya. Tidak peduli berapa kali aku diajak pergi bersama abangku ke Jakarta, Jakarta tetap terasa […]

Jamie Stewart: Sinema yang Tragis dalam Nadi Musik Xiu Xiu

Jamie Stewart: Sinema yang Tragis dalam Nadi Musik Xiu Xiu

a harmonica fell on my face it did not hurt that much if you leave no one will find my corpse you said: rise from the dead! Harmonika yang jatuh menghantam muka. Kesakitan yang tidak nyata. Kesendirian, kematian, kebangkitan dari kematian. Banyak rasa yang saling tabrak-menabrak di dalam cuplikan lagu Get Up karya Xiu Xiu […]

Amanda Nell Eu: Menciptakan Imaji Sinematik dari Perasaan Keterasingan

Amanda Nell Eu: Menciptakan Imaji Sinematik dari Perasaan Keterasingan

Perkenalan saya kepada karya Amanda Nell Eu adalah saat SMA. Saat itu saya sedang membaca katalog festival Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2017, di kompetisi film pendek internasional, ada film Malaysia berjudul Lagi Senang Jaga Sekandang Lembu (2017). Visual cuplikan filmnya cukup menarik perhatian, berupa seorang gadis berkuku panjang yang memiliki jejak darah di sekujur […]

“Apakah ini Kisah Cinta?”: Naoko Yamada Menulis Ulang Pengakuan Cinta

“Apakah ini Kisah Cinta?”: Naoko Yamada Menulis Ulang Pengakuan Cinta

Artikel ini diterjemahkan dari artikel milik Ian Wang dengan judul “Is This a Love Story?”: Naoko Yamada Rewrites the Love Confession di Bright Wall/Dark Room pada 20 Juni 2020. Di separuh jalan film drama SMA garapan Naoko Yamada, A Silent Voice (2016), Shouko Nishimiya mengungkapkan perasaannya kepada Shouya Ishida, tokoh utama film yang jangkung, kurus, […]

Budi Pekerti: Memberi Arti pada yang Berjejal

Budi Pekerti: Memberi Arti pada yang Berjejal

Saya dulu pernah jadi Guru BK. Selama satu tahun, saya membimbing dan memberi konseling sekitar seratusan siswa di salah satu SMA swasta di Jakarta. Saya tentu harus menjadi tempat curhat para murid remaja, mendengarkan keluhan orangtua, menjadi teladan dan mengikuti aturan sekolah. Saya juga pernah di-cancel di media sosial dan diberi cap macam-macam karena kesalahan […]

Scroll to Top